
Sekeretaris Jendral DPR RI Nining Indra Saleh, memberikan penjelasan tentang renovasi Gedung Nusantara I yang mencapai 32 milyar lebih, di gruang pers gedung DPR, Jakarta, Kamis(13/11).
Renovasi Gedung Nusantara I DPR yang saat sedang berlangsung dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja Anggota DPR RI mengingat saat ini para Anggota DPR memiliki tenaga – tenaga ahli. Hal tersebut jelaskan Sekretaris Jenderal DPR RI Nining Indra Shaleh saat jumpa pers di gedung DPR, Kamis (13/11).
“Renovasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja Dewan, karena para Anggota DPR saat ini telah memiliki tenaga ahli,” tegas Nining.
Nining menambahkan, anggaran yang tersedia sekarang ini bukanlah untuk membangun gedung baru, melainkan hanya untuk merenovasi ruang kerja Anggota DPR RI guna menempatkan tenaga ahli pada tiap-tiap ruang kerja Anggota DPR. “Renovasi ini hanya menambahkan sekat untuk tempat tenaga ahli,” ujarnya.
Sesuai dengan keputusan rapat antara Sekjen DPR dengan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, tenaga ahli harus berada dalam satu ruangan dengan Anggota DPR. Ruang kerja Anggota DPR yang ada saat ini hanya cukup untuk Anggota itu sendiri dan asisten pribadinya, sedangkan untuk staf ahli belum ada ruangannya. Padahal menurut Nining para tenaga ahli tersebut sudah mulai bekerja dari Mei 2008 silam. “Hasil keputusan BURT meminta Sekretariat Jenderal untuk menata ulang ruang kerja Anggota untuk menempatkan tenaga ahli,” jelasnya.
Lebih lanjut Nining menjelaskan, renovasi ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Sekjen DPR hanya menjalankan apa yang telah diamanatkan oleh BURT DPR RI. “Seluruh prosedur dalam rangka renovasi gedung ini sudah dipenuhi oleh pihak Sekretariat Jenderal, kita sudah membuka lelang tender secara terbuka di media massa,” ujar Nining.
Adapun kegiatan utama dalam renovasi ini adalah merenovasi 546 ruang Anggota Dewan, yang masih ditambah lagi 10 ruangan untuk Anggota periode yang akan datang mengingat pada periode yang akan datang jumlah Anggota DPR akan ditambah menjadi 560 orang Anggota. Renovasi juga akan dilakukan pada ruang kerja Pimpinan Fraksi-fraksi yang ada di DPR. Selain melakukan renovasi, anggaran yang ada juga akan digunakan pengadaan furniture dan alat tulis kantor untuk tiap-tiap ruang kerja Anggota Dewan serta ruang kerja Pimpinan Fraksi serta untuk kebutuhan para tenaga ahli.
Kepala Biro Pemeliharaan DPR Iding Hadi Widjaya yang mendampingi Sekjen DPR saat jumpa pers dilaksanakan mengatakan, untuk pemenang tender sudah ada yaitu PT Pembangunan Perumahan (PT PP) sebesar Rp 25,6 milyar. “Jumlah tersebut dibawah pagu anggaran DPR sebesar Rp 26,9 milyar,” jelas Iding. Sedangkan untuk pemenang tender pengadaan furniture sebesar Rp 6,9 milyar dimenangkan oleh PT Cahaya Sakti Investindo.(top)
Filed under: POLITIK | No Comments »